Pengaruh Motif Terhadap Keberhasilan Seseorang Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Pengaruh Motif Terhadap Keberhasilan Seseorang
Dalam Kehidupan Bermasyarakat
Paper ini disusun sebagai tugas mata kuliah Dasar-dasar PTL
Dosen : Drs.Arie S.,M.Si

Oleh:
Novia Astrini Arum 11.0301.0015

BIMBINGAN & KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN & ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2011

Latar Belakang Masalah

Menilai pengaruh keberhasilan seseorang dari seberapa besar motif dan langkah-langkah dalam mencapai motif tersebut. Sesuai dengan motif yang mendasari suatu kegiatan mencapai keberhasilan yang di inginkan tiap individu. Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang semakin maju dan bersaing.

Pemasalahan

Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana sikap seseorang bila di hadapkan permasalahan dalam masyarakat?
2. Bagaimana peran seseorang dalam mengatasi permasalahan di masyarakat?
3. Bagaimana tanggapan masyarakat terhadap tindakan penyelesaian masalah di masyarakat?

Analisis
A.Kajian Teori
a. Pengertian Motif
Menurut Winkel, 1996 ( dalam DR.Nyayu Khodijah, 2006 ), menyatakan motif adalah daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Azwar ( dalam DR.Nyayu Khodijah, 2006 ), disebutkan bahwa motif adalah suatu keadaan, kebutuhan atau dorongan dalam diri seseorang yang disadari / tidak disadari yang membawa kepada terjadinya suatu perilaku.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motif merupakan suatu dorongan dan kekuatan yang berasal dari dalam diri seseorang baik yang disadari maupun tidak disadari untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Macam-macam Motif
Menurut Woodworth dan Marquis, 1957 ( dalam DR.Nyayu Khodijah, 2006 ), motif dibedakan menjadi tiga, yaitu :
1. Motif yang berhubungan dengan kebutuhan kejasmanian (organic needs), yaitu merupakan motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu atau organisme. Misalnya : Motif minum, makan, kebutuhan bernapas, seks, kebutuhan beristirahat.
2. Motif darurat (emergency motives) yaitu tindakan yang segera dalam mengatasi masalah. Misal motiv menghindar dari bahaya,motiv dalam bersaing.
3. Motiv obyektif (obyective motives) yaitu motive dalam hubungan dengan keadaan sekitar. Misal motif explorasi, motif manipulasi, motif minat.

B.Hipotesa
1. Sikap seseorang bila di hadapkan dalam situasi yang menjadi pokok masalah suatu kelompok atau masyarakat adalah cenderung menolak namun terhadap orang atau individu yang memiliki motif yang kuat dan jelas cenderung siap dan dapat berpikir untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik.
2. Peran seseorang dapat dilihat dari kesiapan tiap individu dalam menjalankan langkah-langkah untuk mencapai motif yang di inginkan dari penyelesaian masalah tersebut.
3. Tanggapan masyarakat terhadap penyelesaian masalah oleh seseorang yang mempunyai motif adalah menerima dan menolak sesuai motif yang menjadi dasar seseorang menyelesaikan masalah yang di hadapi dalam masyarakat tersebut.

Simpulan

Pengaruh motif terhadap keberhasilan seseorang dalam mengatasi masalah di kehidupan bermasyarakat. Sangatlah berpengaruh karena dapat menjadi tolak ukur keberhasilan atau kegagalan individu tersebut dalam menyelesaikan suatu masalah yang di hadapi. Sehingga dapat menjadi pendukung agar individu tersebut dapat di terima atau tidaknya dalam suatu komunitas atau masyarakat tempat dia berdiam.

Daftar Pustaka

Rozali.Emosi dan Motif. http: http://www.psb-psma.org/../emosi-dan-motif. (diakses 24 nopember 2011)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s